Jakarta – Lamaran kerja untuk posisi Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta disambut antusias. Sejak kepemimpinan INITOGEL Gubernur Pramono Anung, tidak ada lagi batasan pendidikan untuk mendaftar. Bahkan, lulusan sekolah dasar (SD) pun diperbolehkan melamar asalkan memiliki kemauan kerja dan bersedia mengikuti proses seleksi sebagai petugas PPSU.
Namun, kebijakan itu menjadi ironi ketika ternyata tidak sedikit lulusan pendidikan tinggi setingkat sarjana yang juga ikut melamar sebagai calon petugas PPSU.
Menyikapi fenomena tersebut, Pramono tidak ambil pusing. Menurut dia, dalam situasi seperti saat ini, siapa pun sah-sah saja menjadi petugas PPSU tanpa melihat latar belakang pendidikan.
“Ya, untuk PPSU mau sarjana, mau SD, kami tidak membedakan. Tapi yang jelas, syarat Pergub-nya yang sudah saya tandatangani adalah SD. Sehingga dengan demikian, kami sekarang ini sedang menyerahkan kepada tim (penyeleksi) sepenuhnya,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Bakal Diputuskan Bersama Wagub
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5011844/original/052279000_1732003394-20241119-Pembersihan_Sampah-MER_1.jpg)
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membersihkan sampah pada genangan air rob yang melanda wilayah Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (19/11/2024).
Pramono menambahkan, jika sudah diseleksi maka mereka yang lolos akan diputuskan bersama melalui rapat yang dipimpinnya bersama wakil gubernur.
Saat ditanya lebih jauh, Pramono menampik hadirnya fenomena lulusan sarjana daftar jadi PPSU dikarenakan sempitnya lapangan kerja di Jakarta. Sebab, kebijakan membuka kesempatan bagi lulusan SD bertujuan memberikan kesempatan kepada siapa pun yang memiliki keinginan untuk kerja.
“Bukan minim, ya artinya karena syaratnya SD ya, mau ada sarjana, mau doktor, yang daftar ya sama aja kan gitu,” Pramono menandasi.
Sebelumnya, Banyak pelamar yang ingin menjadi petugas PPSU berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk Nabila (27) dan Febrina Nuranisa (32). Keduanya merupakan lulusan sarjana dengan gelar di bidang akuntansi.
Bukan tanpa alasan mereka mau bekerja sebagai PPSU di wilayah Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, meski sudah pernah duduk di bangku universitas hingga meraih gelar sarjana. Keduanya mengaku sekarang masih menganggur karena sulit mencari pekerjaan.
“Alasan yang pertama ingin cari kerja. Yang kedua memang sudah terbiasa beberes rumah,” ujar kata Nabila diiyakan Febrina, di Taman Delta, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran seperti dikutip, Selasa (8/7/2025).
“Dan sekarang ini kan memang lagi susah mencari pekerjaan. Selagi ada peluang di depan mata, ambil aja dulu,” kata Febrina.
Syarat Jadi Petugas PPSU Minimal SD dan Bisa Membaca
Sementara itu, Sekretaris Lurah Serdang, M. Imron Sumadi, menjelaskan dari 127 pelamar calon petugas PPSU, 93 yang hadir, dan hanya satu orang saja yang akan mengisi kekosongan.
“Kalau dari kelurahan tidak ada yang khusus, karena prinsipnya kami melaksanakan surat edaran dari Sekda. Syarat minimum adalah SD atau bisa membaca dan menulis,” kata Imron.
“Dari 127 pelamar, ada tujuh yang melamar menggunakan ijazah S1, yang hadir enam orang,” sambungnya.
Sebagai syarat untuk para pelamar, kata Imron, tidak ada kriteria khusus. Mereka hanya harus bisa membersihkan, mencangkul, menjaga lingkungan, dan pada prinsipnya apa yang dibutuhkan dapat dilakukan.
“Melihat Kelurahan Serdang itu padat penduduk, mudah-mudahan jumlah PPSU kita bisa ditambah, sehingga dapat memberikan kesempatan yang lebih banyak untuk warga Kelurahan Serdang,” pungkasnya.
Sumber : Tempo88.id