Negara-Negara G20 Sepakati Langkah Berani Atasi Krisis Pangan Dunia

Negara-Negara G20 Sepakati Langkah Berani Atasi Krisis Pangan Dunia

LIGA335 – Pada pertemuan G20 Oktober 2025 yang digelar di Tokyo, Jepang, para pemimpin dunia sepakat untuk mengambil langkah berani dan konkret dalam mengatasi krisis pangan global yang semakin mengkhawatirkan.
Krisis ini telah diperburuk oleh perubahan iklim ekstrem, konflik geopolitik, serta gangguan rantai pasok akibat ketidakstabilan ekonomi global.

Organisasi Pangan Dunia (FAO) melaporkan bahwa lebih dari 780 juta orang di dunia masih mengalami kelaparan kronis pada pertengahan tahun 2025 — angka tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Situasi ini membuat negara-negara anggota G20 sadar bahwa tindakan kolektif dan inovatif sangat dibutuhkan untuk memastikan ketahanan pangan dunia.

Empat Langkah Strategis yang Disepakati G20

Dalam deklarasi bersama, G20 merumuskan empat langkah utama untuk mengatasi krisis pangan global:

1. Investasi dalam Teknologi Pertanian Cerdas

Negara-negara G20 berkomitmen meningkatkan investasi dalam teknologi pertanian presisi dan AI guna mengoptimalkan hasil panen.
Teknologi seperti drone pemantau lahan, sistem irigasi otomatis, dan analisis data cuaca berbasis AI diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di negara berkembang.

2. Distribusi Pangan yang Lebih Adil

Banyak negara miskin masih kesulitan mengakses pangan akibat ketimpangan distribusi.
G20 berjanji membentuk Global Food Access Fund (GFAF) untuk memastikan pangan dari negara surplus dapat disalurkan dengan efisien ke negara yang mengalami kekurangan.

3. Perlindungan Petani Lokal dan Pangan Berkelanjutan

Selain fokus pada bantuan internasional, G20 juga menekankan pentingnya memperkuat petani lokal.
Program bantuan langsung, subsidi benih, serta pelatihan pertanian ramah lingkungan akan menjadi prioritas agar ketahanan pangan bisa tumbuh dari akar rumput.

4. Kerja Sama dengan Sektor Swasta dan Inovator Global

Dalam era digital, solusi pangan tidak hanya datang dari pemerintah.
G20 membuka peluang bagi startup agritech dan perusahaan global untuk terlibat dalam proyek riset pangan berkelanjutan, seperti daging alternatif, vertikal farming, dan inovasi pangan berbasis bioteknologi.

Tantangan dan Harapan Menuju Masa Depan Pangan Dunia

Meski komitmen G20 disambut positif oleh banyak pihak, tantangan tetap besar.
Beberapa negara berkembang masih menghadapi kendala infrastruktur dan pembiayaan, sementara perubahan iklim terus memperburuk kondisi lahan pertanian.

Namun, langkah berani yang disepakati di Oktober 2025 ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia siap bersatu menghadapi krisis pangan dengan cara yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Jika implementasi berjalan sesuai rencana, para ahli memperkirakan bahwa angka kelaparan global dapat menurun hingga 25% pada tahun 2030.

Kolaborasi Global Kunci Ketahanan Pangan

Krisis pangan bukan masalah satu negara, melainkan tantangan global yang memerlukan solusi lintas batas.
Keputusan G20 untuk mengambil langkah berani menandai era baru dalam diplomasi pangan dunia.

Dengan inovasi teknologi, distribusi adil, dan kolaborasi internasional, dunia memiliki harapan baru untuk mencapai ketahanan pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh umat manusia.

Sumber: tempo88.id